Text
Anarkisme Masyarakat Di Era Demokrasi : Studi Kasus Pemekaran Wilayah Tapanuli-Sumatera Utara, Pemilu-Kada di Mamasa-Sulawesi Selatan dan Kendari-Sulawesi Tenggara
Anarkisme Masyarakat di Era Demokrasi karya Henny Warsilah adalah buku yang menganalisis fenomena anarkisme yang muncul di berbagai wilayah Indonesia dalam konteks era demokrasi, dengan studi kasus yang menggali peristiwa-peristiwa penting seperti pemekaran wilayah di Tapanuli (Sumatera Utara), Pemilu-Kada di Mamasa (Sulawesi Selatan), dan pemilu di Kendari (Sulawesi Tenggara). Buku ini membahas bagaimana perubahan politik dan administratif, terutama pemekaran wilayah, dapat memicu ketegangan sosial dan berujung pada bentuk-bentuk kekerasan atau anarkisme di masyarakat.
Buku ini mengungkapkan hubungan antara dinamika demokrasi, desentralisasi kekuasaan, dan munculnya ketidakpuasan serta protes sosial yang sering kali berujung pada aksi-aksi anarkis. Selain itu, buku ini juga mengeksplorasi bagaimana pemilu dan pilkada, sebagai bagian dari proses demokratisasi, bisa memperburuk polarisasi politik dan sosial di daerah-daerah tertentu, khususnya di wilayah Indonesia yang baru terbentuk akibat pemekaran daerah.
Melalui kajian ini, pembaca akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang konsekuensi dari kebijakan pemekaran wilayah dan proses demokratisasi di Indonesia yang tidak selalu berjalan mulus. Buku ini penting bagi mahasiswa, akademisi, serta praktisi yang tertarik pada studi politik, sosial, dan konflik di Indonesia, terutama dalam memahami dampak dari kebijakan desentralisasi dan pemekaran wilayah terhadap stabilitas sosial-politik di daerah.
Tidak tersedia versi lain